December 3, 2015

manfaat dan hikmah bacaan ayat kursi



 beberapa keutamaan ayat kursi
manfaat dan hikmah bacaan ayat kursi


Ayat Kursi merupakan ayat yang sudah sangat popular di telinga orang-orang muslim.Penggalan ayat dari surat Al-baqarah ini memiliki sebuah keutamaan tertentu apabila dibaca atau diwirid secara rutin.Mengenai faedah atau khasiat ayat kursi ini sangatlah banyak diantaranya sesuai dengan hadist Nabi Muhammad saw sebagai berikut :
“maa quriat haadzihil ayaati fii daaarin illaa’hdjarathaa ‘sysyaathiinu tsalatsiina yauman wa laa yadhuulu saahirun walaa saahiratun arba’iina lailatan. Ya ‘Ali ‘alimhaa wakhdaka wa ahlaka wa jiiraanaka famaa unzilat aayaatun ‘azhamu minhaa.”
Artinya :
Tidaklah dibaca ayat (ayatul Kursi) di dalam satu rumah, melainkan pindah syetan selama 30 hari dan tidak masuk tukang sihir pria dan wanita selama 40 hari. Wahai Ali, ajarkan dia kepada anakmu dan keluargamu dan kerabatmu,tidaklah diturunkan ayat yang lebih agung dan mulia daripadanya”.
Berdasarkan hadist di atas,maka hendaklah kita selalu membaca ayat kursi dalam sehari semalam sekurang-kurangnya 1 kali,atau lebih baik jika dibaca pada tiap-tiap selesai shalat lima waktu.beberapa faedah ayat kursi adalah sebagai berikut ;
Barang siapa membaca ayat kursi mengiringi tiap-tiap shalat fardhu,maka diampini dosanya dan dihapus oleh Allah darinya segala kejahatan.
·         Barang siapa yang mengharapkan keberkahan pada barang makanan ataupun yang lainnya,maka hendaknya di baca ayat kursi sebanyak 50 kali,setiap satu kali membaca di hembuskan kepada benda yang dimaksud dengan niat yang ikhlas dan penuh dengan keyakinan,insya Allah akan mendapat hasil yang mengherankan.

  1. Barang siapa membaca ayat kursi ketika dia hendak tidur,maka akan terpelihara dari kejahatan jin,syetan dan dari kejahatan manusia serta binatang.
  2. Barang siapa membaca ayat kursi setelah melaksanakan shalat shubuh sebanyak satu kali,Insya Allah akan terpelihara dari segala kejahatan yang ada pada hari itu.
  3. Barang siapa membaca ayat kursi setelah melaksanakan shalat maghrib,maka Insya Allah akan terjaga dari segala bentuk kejahatan dan keburukan yang ada pada malam itu sampi pagi harinya
  4. Barang siapa membaca ayat kursi di tempat yang sunyi dan bersih dengan menghadap qiblat sebanayka 180 kali,kemudain berdo’a dan memhon kepada Allah,Maka Insya Allah segala hajat dan niatnya akan terkabul.
  5. Barang siapa membaca Ayat Kursi ketika hendak keluar rumah,maka Insya Allah Malaikat akan terus mengawal dan memeliharanya dari segala kejahatan

Menurut Abu Hamid Al-Ghazali.Barang siapa yang ingin menghilangkan kesedihan dan kesulitan maka hendaklah membaca Ayat Kursi sebanyak 113 kali dengan syarat-syarat sebagai berikut :
  •  Setelah selesai Shalat Isya’
  • Dibaca ketika Tengah malam
  •   Ditempat yang sunyi dan sepi (terhindar dari manusia)
  • Dengan khusu dan niat ikhlas

Sedangkan menurut Syeckh Moehammad Ya’qub mengajarkan bacalah ayat kursi pada tiap-tiap malam dengan ketentua sebagai berikut :

  1. Ketika membaca ayat yang ke- 1 ma’rifatkanlah (bayangkan)rumah,diri dan kelurga kita di lingkungi oleh “Benteng besi dan lantai bawah yang kuat dan kokoh”.
  2. Ketika membaca ayat kursi yang ke-2, ma’rifatkanlah (bayangkan) seolah-olah –olah ada bemteng besi disebelah kanan kita.
  3. Ketika mambaca ayat kursi yang - 3 ma’rifatkanlah (bayangkan) seakan-akan ada benteng besi di sebelah kiri kita. 
  4.  Saat membaca ayat yang ke-4, ma’rifatkanlah (bayangkan) seolah ada benteng besi yang kuat dan kokoh di atas (atap) rumah kita.
  5. Waktu membaca ayat yang ke-5, ma’rifatkanlah (bayangkan) seakan-akan ada benteng besi yang kokoh disebelah muka(Depan).
  6. Pada waktu mambaca ayat kursi yang ke-6, ma’rifatkanlah (bayangkan) seolah-olah ada benteng besi di sebelah belakang kita.
  7. Dan pada bacaaan terakhir yaitu yang ke-7, ma’rifatkanlah (bayangkan) seolah – olah (kita,kelurga dan harta) telah berada dalam benteng yang kokoh dan kuat dan tidak akan ada satu orangpun (yang berniat jahat)yang mampu menerobos atau menembus dan menghamprinya. Bi idznillah (dengan izin Allah).
Demikianlah beberapa manfaat,faedah dan pahala membaca ayat kursi yang semoga bisa menjadi amalan dan wiridan kita sehari – hari.Pada dasarnya setiap ayat dalam Al-qur’an mempunyai keutamaan-keutamaan tertentu yang tidak banyak kita ketahui.karena Al-qur’an merupakan kitab suci yang penjagaannya di lakukan oleh Allah swt sendiri, sebagaimana firmannya ;
“sesungguhnya kamilah yang menurunkan Ad-Dzikir (Al-Qur’an) dan sesungguhnya
kamilah yang menjaganya”.

Saya juga menyarankan kepada pengunjung blog Ensiklopediaislami untuk membaca artikel-artikel lainya seperti yang tertera di bawah ini agar lebih menambah ilmu pengetahuan tentang dunia islam.Akhirnya orang yang penuh dengan dosa dan kekurangan ini hanya bisa mengucapkan ribuan terima kasih kepada para pengunjung atas waktunya untuk mampir dan membaca artikel-artikel kami yang jauh dari kesempurnaan ini.



Sumber referensi :
Benteng dan senjata mu’min,/penulis H.A.Z.S MARI’E / terbitan tahun1989/ Sayyidah Bandung/hak cipta:Husaini Bandunga

sejarah nabi muhammad yang selalu membaca do'a dalam semua keadaan




Inilah bukti Nabi Muhammad senantiasa berdo’a kepada Allah

sejarah nabi muhammad yang selalu membaca do'a dalam semua keadaan

Berdo’a merupakan salah satu ritual ibadah yang tidak boleh ditinggalkan apalagi dilupakan oleh seorang hamba.Dengan memanjatkan do’a kepada sang pencipta berarti kita sedang mengakui akan kelemahan dan kekerdilan kita sebagai makhluk,karena pada hakikatnya Allah semata lah yang Maha Kuasa dan Maha Perkasa. Dalam sebuah do’a hendaknya terkandung sebuah pujian kepada Allah,sebuah ketulusan, harapan dan senandung pengakuan akan segala dosa sehingga do’a bisa benar-benar menjadi sebuah perisai diri dari segala keangkuhan dan kesombongan diri.

Usaha tanpa do’a adalah bukti kesombongan yang tidak boleh dikembangkan dalam sifat diri manusia.Sedangkan do’a tanpa usaha adalah sebuah kesia-sian yang akan berujung tanpa hasil apa-apa.Oleh karena itu harus ada keseimbangan antara do’a dan usaha sehingga akan bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan berkah dalam hidup.

Sebagai seorang muslim,maka sudah selayaknya do’a dijadikan sebagai kebutuhan dan tuntunan hidup sehingga akan menjadi sebuah bukti kecintaan dan pengakuan diri akan kebesaran Allah.Rangkaian ibadah seorang muslim tentu akan lebih terasa nikmat bila di dalamnya selalu di selingi dengan senandung do’a kepada sang pencipta alam semesta yakni Allahu azza wajalla.Sebuah ibadah akan terasa kurang sempurna jika tidak didasari dengan lantunan do’a sebagaimana sabda Rasulullah :
“Do’a adalah intisari dari ibadah“ .(HR. At-Tirmidzi)

Dalam kesehariannya, Nabi Muhammad Shallahu A’laihi Wasallam senantiasa bermunajat dan ber tadarru (merasa rendah diri di hadapan Allah) sebagai bentuk pengakuan diri akan segala kelemahan dan ketergantungan pada Allah swt.Hal seperti ini sering beliau lakukan pada waktu – waktu mustajab (waktu dikabulkannya sebuah do’a) seperti pada pertengahan malam dalam shalat tahajjud,di hari  arafah,di depan ka’bah, di multazam dan lain sebagainya.
Inilah do’a yang biasa dipanjatkan oleh nabi Muhammad saw kepada Allah unuk memohon segala kebaikan dan agar  dimudahkan  dalam segala urusan
Ya Allah, perbaikilah oleh-Mu urusan agamaku karena ia adalah kendali segala urusanku. Perbaikilah urusan duniaku karena ialah tempat penghidupanku. Perbaikilah urusan akhiratku karena ialah tempat kembaliku yang abadi. Jadikanlah kehidupanku sebagai tambahan bagiku untuk memperoleh segala kebaikan. Dan jadikanlah kematian     sebagai akhir dari segala keburukan.” (H.R. Muslim)

Selain itu,nabi Muhammad saw juga senantiasa berdo’a dengan lafadz do’a sebagai berikut ;
Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal dari yang haram. Dan jadikanlah aku kaya hanya dengan karunia-Mu, tidak dari yang lain.” (H.R. Tirmidzi)

Sebelum rasulullah meninggal,ada sebuah lantunan do’a yang di ucapkannya saat menghadap Robbul izzati Allahu azza wajalla yang  membuat kita tersentuh dan menangis, yakni :
Ya Allah, ampunilah aku, dan kasihanilah aku, serta tempatkanlah aku di sisi-Mu.”
(Muttafaq ‘alaih)

Walaupun Rasulullah adalah seorang Nabi dan Rasul yang sudah di jamin untuk memasuki surganya Allah,namun dengan segala kesucian dan keagungan yang dimilikinya,beliau senantiasa mendawamkan do’a ke hadirat Allah swt dalam segala suasana baik sedih maupun senang, Selain itu,beliau juga selalu mengangkat kedua tangan lembutnya untuk memohon dan meminta ampunan kepada Allah atas segala dosa-dosanya dan dosa-dosa umatnya.Sungguh ini adalah teladan yang mulia dari seorang manusia yang diciptakan dengan penuh kesempurnaan walaupun hakikatnya dosa-dosa beliau sudah terjamin diampuni oleh Allah swt.

Pada suatu hari saat peperangan badar terjadi,rasulullah melihat kekuatan umat muslim sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah kekuatan kaum kafir kala itu,maka Rasulullah pun berdo’a di dalam tendanya dengan khusu dan sangat lama,sampai-sampai selendang di pundaknya terjatuh.hal ini dilakukan untuk memohon pertolongan kepada Allah agar kaum muslimin diberikan kemenangan oleh Allah swt,Maka seketika itu pula,Allah swt mengabulkan do’a beliau dengan mengirimkan pasukan malaikat dari langit sehingga kaum muslimin pun akhirnya memperoleh kemenangan dalam perang badar.

Seorang yang mulia  seperti Rasulullah saja masih senantiasa memanjatkan do’a kepada Allah swt dalam menghadapi setiap himpitan dan persolan.Maka,kita sebagai umatnya sudah sepatutnya mengambil contoh teladan dari Rasulullah tersebut.Kesibukan duniawi dan segala hiruk pikuk kehidupan harusnya menjadi sebuah cambuk bagi kita untuk senantiasa lebih meningkatkan lagi rutinitas berdo’a kita kepada sang pencipta alam semesta yakni Allah swt.

Alangkah sombong dan takaburnya kita jika alunan do’a tak lagi menghiasi aktivitas kita sehari-hari.Sejatinya Allah tak pernah membutuhkan do’a kita,karena kekuasaan-Nya meliputi yang di langit dan di bumi.Namun kita lah yang membutuhkan pertolongan Allah dalam segala hal,maka sudah sepatasnya bibir dan hati kita di hiasi kalimat-kalimat toyibah untuk selalu mengumandangkan do’a kehadirat Allahu Azza wajalla.

Demikian,artikel singkat ini saya susun dan rangkum kembali, dengan tujuan semoga bermanfaat dan menjadi sumber inspirasi ke islaman kita untuk lebih meningkatkan lagi intensitas berdo’a kita kepada Allah swt.karena kita hanyalah makhluk lemah yang senatiasa selalu membutuhkan kehadiran Allah dalam segala situasi dan kondisi.
Baca juga artikel menarik lainya untuk menabah wawasan kita seputar islam :

Manfaat dan faedah bacaan ayat kursi


Sumber  Referensi:
·         lampuislam.blogspot.com